Beranda - Headline - Di 2019, PDAM Padang Panjang Jadikan Tahun Untung
Kantor PDAM Padang
Kantor PDAM Padang

Di 2019, PDAM Padang Panjang Jadikan Tahun Untung

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Selama ini selalu rugi Rp 1 miliar lebih, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang Panjang ditarget akan bisa meraih keuntungan mulai tahun 2019 ini. Meski jumlah laba kecil, hanya sekitar Rp 11 juta, terus pada 2020 mendatang sekitar Rp 500 juta.

Perkembangan tadi, seperti terungkap dari keterangan Direktur PDAM Kota Padang Panjang, Jevie Carter, Jumat (8/2/2019) lalu, terutama karena peningkatan air yang terjual ke pelanggan. Berikut, peningkatan efisiensi pembiayaan/belanja perusahaan, dan menimalisir kebocoran air.

Terkait peningkatan air minum terjual ke pelanggan, pada 2017 tercatat sebanyak 2,571 juta meter kubik (M3), terus pada 2018 naik jadi 2,737 juta kubik. Pada 2019 ini Insya Allah juga akan meningkat, kata Jef, yang tampil jadi Direktur PDAM Padang Panjang sejak penghujung 2017 lalu itu.

Peningkatan air terjual tadi sejalan peningkatan jumlah pelanggan aktif. Kini pelanggan aktif di PDAM Padang Panjang tercatat 8.008 sambungan, sekitar 92 persen dari 56.000 jiwa penduduk kota telah menikmati air bersih PDAM, termasuk tinggi di tanah air. Peningkatan tadi juga sejalan dengan peningkatan produksi air baku.

Mengenai perkembangan program layanan air siap minum, Jef, jebolan S1 dan S2 Ilmu Pertambangan ITB Bandung itu, menyebut sementara ini belum dilanjutkan. Tapi masih terbatas pada kawasan pemukiman sebelah utara Jalan utama St. Syahrir di Kelurahan Silaiangbawah, Kecamatan Padang Panjang Barat.

Seperti diketahui, perkembangan PDAM di tanah air masih lebih banyak yang belum banyak yang belum berlaba, dibanding yang sudah berlaba. Beberapa contoh di antara PDAM yang sudah berhasil untung, seperti PDAM Kota Malang, PDAM Kota Surabaya, dan PDAM Kabupaten Badung di Bali.(yetti harni).

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bagindo M Leter Rindukan Sosok Donny Moenek

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Walau hanya beberapa bulan menjadi Penjabat Gubernur Sumbar, namun Reydonnyzar Moenek telah ...