Beranda - Berita Pilihan - Dengan Dalih Setor Rp 10 Juta, PT GSA Diduga Cemari Batang Pandan
Ikan mati diduga akibat limbah cair PT. Gunung Sawit Abadi
Ikan mati diduga akibat limbah cair PT. Gunung Sawit Abadi

Dengan Dalih Setor Rp 10 Juta, PT GSA Diduga Cemari Batang Pandan

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Pasaman Barat – Ribuan ikan mati di Sungai Pandan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Matinya ikan larangan  yang terdapat di aliran Batang Pandan itu, diduga akibat buangan limbah cair PT. Gunung Sawit Abadi (GSA) Pasaman Barat. Pihak PT GSA berkilah dan mengaku telah setor ke masyarakat sebesar Rp 10 juta setiap tahun. Apa hubungannya?

Baca : Diduga Limbah Pabrik, Ribuan Ikan Larangan Mati di Kinali

Demi untuk mendapatkan untung besar,  PT. Gunung Sawit Abadi (GSA) Pasaman Barat tega menyalurkan limbah cairnya secara langsung ke sungai. Dampaknya, ribuan ikan larangan milik masyarakat Kinali mati, baik yang berukuran besar dan kecil.

“Ya benar, ribuan ikan mati dan mengapung kepermukaan air di aliran Sungai Batang Pandan. Hal ini diketahui, Sabtu 14 Maret 2020 sekitar pukul 08.00 Wib pagi hari.


Artikel Lainnya

loading…


Namun ia mengatakan ikan mati diperkirakan sudah terjadi pada malam harinya, di sepanjang aliran Sungai Batang Pandan terlihat ratusan kilogram ikan mati dan mengapung ada yang ikan yang berukuran besar ada juga berukuran kecil.

Ia menambahkan, ikan yang mati di sepanjang aliran sungai Batang Pandan merupakan ikan larangan pemuda dan masyarakat setempat. Selain itu, aliran Sungai Batang Pandan masih dimanfaatkan masyarakat untuk air minum dan mandi. Namun saat ini tidak dapat lagi dimanfaatkan karena sudah tercemar.

Dari pengakuan warga air Sungai Batang Pandan tidak jernih lagi seperti dahulu bahkan berwarna keruh.Ia mengaku kejadian ikan mati di Sungai Batang Pandan dalam tahun ini sudah yang kedua kalinya. Kami masyarakat sangat dirugikan dengan peristiwa ini,” ujar Bahar.

Peristiwa ikan mati yang terjadi di Sungai Batang Pandan sudah yang kedua kalinya dalam tahun ini. Dikatakannya, sungai itu sebelum pabrik dibangun, biasa digunakan sebagai tempat mandi dan tempat menyuci pakaian, namun sekarang sudah tidak bisa lagi.

Tim Badan Lingkungan Hidup Pasaman Barat melalui Sudirman beserta dua orang staf Lingkungan Hidup sekira pukul 17.20 Wib  turun ke lokasi Sungai Batang Pandan. Mereka menemukan pipa IPLC perusahaan PT.GSA yang mengarah ke media sungai Batang Pandan.

Baca : Ribuan Ikan Mati, PT GSA : Itu Sabotase

Selain itu, mereka juga menemukan ratusan kilogram ikan dalam keadaan mati. Namun untuk memastikan apakah ikan tersebut mati akibat pencemaran limbah cair dari pihak perusahaan sudah kita ambil sampel air bagian hulu dan hilir sungai Batang Pandan. Dia juga membawa sebanyak 3 ekor sampel ikan dalam keadaan mati.

Manager PT. Gunung Sawit Abadi (GSA) Sukri Kadarisman didampingi Humas perusahaan Nadi membenarkan limbah cair perusahaan dialirkan ke Batang Pandan. Tapi, dia menegaskan telah memiliki izin IPLC membuang Limbah Cair ke sungai tersebut. Untuk mengalirkan limbah ujarnya, PT GSA menggunakan pipa sepanjang 1,8 km dari kolam nomor 9.

Terkait banyaknya ikan yang mati di Aliran Sungai Batang Pandan pihaknya berkilah itu belum tentu berasal dari pembuangan Limbah Cair PT.GSA. Malahan dia menuduh pihak lain yang sengaja melakukan sabotase, lantaran permintaannya tidak dipenuhi PT.GSA.

Baca : Ribuan Ikan Mati, PT GSA Mengaku Ada Izin Buang Limbah ke Sungai

Ia juga menegaskan, pihaknya sudah membayar uang sebesar Rp 10 Juta pertahun kepada masyarakat sebagai kompensasi guna mengamankan mengantisipasi kerusakan lingkungan tersebut.



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pilkada Serentak 2020 Tanpa Kampanye Akbar

  Spiritsumbar.com,Solok- Penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 berbeda dengan Pikada sebelumnya, karena dilakukan ditengah pandemi Covid-19. Namun ...