Beranda - Berita Pilihan - Demokrasi, Antara Pesta dan Nestapa
Petugas KPPS di Pilkada Padang 27 Juni 2018
Petugas KPPS di Pilkada Padang 27 Juni 2018

Demokrasi, Antara Pesta dan Nestapa

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Saribulih

Pesta bertujuan untuk memeriahkan suatu kegiatan dengan canda dan tawa. Dengan pesta, semua terasa bahagia dan jauh dari kesedihan. Maka jadilah pesta sebagai wujud melepas kebahagiaan.

Dalam dunia politik juga ada pesta yang biasa disebut Pesta Demokrasi. Malahan, pesta ini dilakukan secara berjenjang. Mulai dari level, desa atau nagari sampai ke level nasional dalam skala paling tinggi. Inilah yang dikenal dengan pesta demokrasi, yang bertujuan.

Suatu hal menarik, pesta demokrasi justru sudah seperti pertandingan dengan sistem knock out atau gugur.  Untuk mempertegas, sistem ini setiap peserta pertandingan harus menyepakati jargon siap menang siap kalah.

Walau banyak pihak menegaskan, sistem ini tidak cocok dengan demokrasi Islam. Begitu juga dengan budaya Minangkabau. Namun, demokrasi yang dikenal dengan pemilihan langsung ini justru menjadi idola dalam setiap pemilihan pemimpin. Ada anggapan, bahwa sistem pemilihan langsung jauh lebih demokratis dan berpihak pada rakyat.

Padahal, dengan sistem ini, justru para peserta yang bertarung berupaya habis-habisan untuk memenangkan pertarungan. Demi mendapatkan jabatan, mereka tidak segan segan menggadai dan menjual harta yang dimiliki.

Alhasil, tidak sedikit diantara mereka yang justru mengalami depresi usai pemilihan. Lebih dari itu, juga ada yang harus mendatangi rumah sakit jiwa. Karena, semua telah ludes demi menggapai jabatan yang diperebutkan.

Nasib yang menangpun, belum tentu akan lebih baik. mereka pun berupaya untuk mengembalikan harta kekayaan dengan jabatan yang telah diembannya. Mutasi dilakukan berkali-kali demi mendapatkan upeti. Bagi bagi proyek juga tak terhindari, demi mendapatkan fee .

Maka jadilah, lembaga anti rasuah sibuk ke sana sini, untuk menangkap para pelaku pemburu upeti. Hampir setiap hari, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menggerayangi para tikus berdasi menghiasi lembaran  berita media massa.

Menariknya, walau telah memakai baju khas penyandang status tersangka korupsi, mereka tetap cengar cengir seperti sudah lumrah terjadi. Pada akhirnya,  Pesta Demokrasi telah berbuah Nestapa bagi sanak saudara.

Jelang Pemilu 2019, saling sikut sesama anak bangsa juga menghiasi jelang pesta. Malahan, caci maki dan Persekusi telah menjelma menjadi ajang perang saudara. Jadi, masih pantaskah disebut pesta demokrasi?

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemain Timnas U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico. (foto pssi)

Sutan Zico Bakal Hadir di Opening Ceremony Minangkabau Cup 2018

SPIRITSUMBAR.com – Opening Ceremony Minangkabau Cup II tahun 2018 bakal tampil dalam suasana heboh dan ...