Beranda - Headline - Buku Bodong Jadi Temuan Inspektorat Padang Pariaman
Dugaan buku bodong di Dinas Pendidikan Padang Pariaman
Dugaan buku bodong di Dinas Pendidikan Padang Pariaman

Buku Bodong Jadi Temuan Inspektorat Padang Pariaman

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Parik Malintang – Di penutupan tahun anggaran 2017 temuan Inspektorat Padang Pariaman membuktikan, ada transaksi mencurigakan yang terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan. Kasus ini, berbungkus pengadaan buku-buku ilegal yang mengorbankan anggaran dana BOS untuk pengadaan buku yang sama sekali tak jelas peruntukannya.

Hal tersebut diduga merupakan hasil rekayasa permainan oknum lingkaran setan. Baik yang berkutat di Dinas Pendidikan Padang Pariaman, maupun yang terlibat di luar instansi itu. Transaksi jual beli buku-buku paket panduan tanpa penerbit yang nyata terindikasi bodong, diperuntukkan kepada siswa sekolah dasar.

Dari sanalah, aura konspirasi pengadaan dan peredaran ilegal buku-buku “bodong” terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan Padang Pariaman mulai sampai ke telinga media. Borok pengadaan buku terindikasi diarahkan dan sengaja didistribusikan ke seluruh SD di Kabupaten Padang Pariaman.

Agak saja hasil telusuran tim media menyatakan, kuat diduga, seluruh kepala sekolah dasar Padang Pariaman diindikasikan “wajib” dengan terpaksa membeli buku yang perpaketnya berjumlah 2 itu dibanderol seharga Rp1,1 juta. Tak ayal, sebanyak 403 SD yang terbilang di Padang Pariaman (versi Inspektorat), mau tidak mau harus menyisihkan aliran penggunaan dana BOS-nya.

Pengambilan jumlah buku paket ilegal ini juga tergantung jumlah siswa yang ada di sekolah dasar. Bisa bisa bagi sekolah yang mempunyai quota siswa terbanyak, oknum  lingkaran setan yang bermain ini tak sungkan menjejali kepala sekolah untuk mengambil buku-buku bodong tersebut hingga 3 paket buku sekaligus.

Syafriwal, Kepala Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman yang berhasil terciduk media untuk memberikan keterangan hasil temuan Inspektorat ini, pada Rabu pagi (3/1/18) di sebuah warkop di depan kantor Disdukcapil Padang Pariaman, menerangkan bahwa hasil temuan beberapa tim yang dibentuk sudah melakukan investigasi mendalam.

“Kami sudah membentuk tim investigasi mendalam, dan memang ditemukan transaksi pengadaan buku illegal tanpa penerbit dan tidak mengacu kurikulum sekolah dasar, dan juga bodong. Kecurigaan (konspirasi) di lingkungan Dinas Pendidikan tentu ada. 403 jumlah SD di Padang Pariaman, rata-rata memiliki buku itu bahkan ada sampai 2 paket dan 3 paket persekolah yang membeli, tergantung jumlah murid. Penggunaan dana diambil dari dana BOS, perpaket ada 2 buah buku dihargai Rp1,1 juta,” sebut Syafriwal.

Sayangnya, tafsiran media menilai, keterangan Syafriwal yang didampingi 3 orang anggota tim investigasi dari Inspektorat itu masih terkesan samar, ada yang sengaja ditutup-tutupi. Pasalnya, sebagian keterangan yang diberikan pada media cenderung tidak konsisten.

Dalil Syafriwal cs memaparkan temuan tim-nya itu, menyebut temuan buku yang diklaim bodong itu hasil pengadaan ilegal, kesalahan dari UPTD. “Jadi ada distributor asal Padang menawarkan buku-bukunya ke UPTD. Nah dari UPTD yang mengusulkan ke sekolah-sekolah, untuk angka kerugian hasil temuan ada bisa lihat di kantor,” ucap mantan Kadis Pariwisata cs ini menerangkan logika yang tak logis.

Kepala dinas pendidikan padang pariaman  Rahmang, membenarkan adanya buku Bodong tersebut namun sekarang sudah ditangani oleh Inspektorat padang pariaman, jawabnya singkat (FALSANAR)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemkab Muara Enim belajar e-warung

Muara Enim Pelajari e-Warung Pemko Padang

SPIRITSUMBAR.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjadi acuan bagi pemerintah daerah di Indonesia. Kali ...