Beranda - Headline - Bukittinggi Terbakar, Kerugian Capai 1.5 Triliun

Bukittinggi Terbakar, Kerugian Capai 1.5 Triliun

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Bukittinggi – Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias memprediksi kerugian akibat musibah kebakaran Pasa Ateh Bukittinggi,  Sumatera Barat,  Senin,  30 Oktober 2017, mencapai triliunan rupiah.  Karena, banyak bagian dari Pasar Ateh itu sendiri yang tidak bisa dipakai lagi.
Artikel Lainnya

loading…


“Prediksi kami sampai sekarang, kerugian kurang lebih Rp1,5 triliun, dan kemungkinan akan bisa terus bertambah,” ungkapnya ketika mendampingi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meninjau lokasi kebakaran tersebut,  Senin,  30 Oktober 2017.

Ia mengatakan,  agar tetap bisa menjalankan aktifitas jual beli, para pedagang Pasar Ateh dan sekitarnya yang terkena dampak kebakaran akan dipindahkan ke Jalan Perintis, Bukittinggi.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno memuji langkah Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi tersebut, karena dengan cepat mencarikan solusi lokasi berjualan bagi pedagang. “Kami sangat memuji langkah yang diambil oleh Walikota beserta jajaran, karena hal tersebut sebuah solusi bagi para pedagang,” sebutnya.

Namun demikian, Gubernur juga mengingatkan kepada Walikota Bukittinggi, agar pemindahan nanti dapat dirancang sebaik mungkin, mulai dari tempat parkir, tempat berjualan dan hal-hal lainnya. “Tujuannya agar tetap memberikan rasa nyaman kepada wisatawan yang datang ke Bukittinggi, jadi kami berharap ini menjadi perhatian oleh Bukittinggi,” ujarnya.

Untuk bantuan bagi para pedagang, Irwan Prayitno mengatakan sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan kementerian perdagangan, dan diperintahkan segera menyiapkan proposal untuk membantu para pedagang,” terangnya (BY)

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Timnas Indonesia U-19 versus Qatar di penyisihan Grup A

Timnas U-19 Dihajar Qatar, Ini Kata Indra Sjafri

Spiritsumbar.com – Tim Nasional Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Qatar dengan skor 5-6 pada laga ...