Beranda - Headline - Buka Alek Buru Babi di Kambang, Fakhrizal Juga Tutup Wali Cup di Muaro Sakai
Fakhrizal kunjungi Muaro Sakai
Fakhrizal kunjungi Muaro Sakai

Buka Alek Buru Babi di Kambang, Fakhrizal Juga Tutup Wali Cup di Muaro Sakai

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Pesisir Selatan – Tampaknya tiada kata lelah bagi Irjen Fakhrizal untuk bisa memenuhi undangan masyarakat. Terbukti ketika berkunjung ke Pesisir Selatan, Minggu (29/12/2019). Usai membuka acara alek buru babi di nagari Kambang, kecamatan Lengayang, Fakhrizal langsung menuju Muara Sakai, kecamatan Pancung Soal, untuk menutup ooen turnamen ‘Wali Cup U 19″ nagari Muara Sakai Inderapura.

Ketika sampai ke nagarai tersebut Fakhrizal langsung disambut para ninik-mamak, cadiak-pandai, alim-ulama serta masyarakat lainnya dengan cara adat, dan pengalungan bunga. Fakhrizal juga disambut tokoh masyarakat yang juga politisi dan pengusaha di Sumatera Barat H.M. Tauhid.

Pada kesempatan tersebut Fakhrizal mengatakan, semua kegiatan positif masyarakat Inshaa Allah pasti akan didukungnya, demi persatuan dan kebersamaan sebuah daerah.



Selain untuk kebersamaan, kegiatan yang bersifat olah raga juga akan menjaring prestasi anak nagari, menuju puncak tertinggi.

Artikel Lainnya

loading…


“Insha Allah saya akan dukung kegiatan positif masyarakat, khususnya olah raga bola kaki, karena saya juga pemain bola dan sempat ikut seleksi untuk menjadi pemain PSP waktu itu, dan saya ingin prestasi bola kaki Sumatera Barat menjadi pemuncak di negara ini,” ulas Fakhrizal.

Dia juga mengatakan, kalau selama ini banyak kegiatan masyarakat kurang mendapat respos, maka kedepan harus menjadi perhatian prioritas, karena tidak mungkin Sumbar akan maju dan berkembang tanpa bantuan dan perkembangan masyarakatnya.

“Kedepan kegiatan positif masyarakat harus lebih didukung dan ditingkatkan, agar berimabas pada perkembangan daerah ini,” ungkap Fakhrizal lagi.

Pernyataan Fakhrizal mendapat aplaus spontan, dari masyarakat yang hadir dalam penutupan open turnamen tersebut.

Tokoh masyarakat, politisi dan pengusaha Sumbar HM. Tauhid merasa salut, dengan hadirnya Fakhrizal memenuhi undangan masyarakat, penutupan tersebut.

‘Ini membuktikan bahwa Polisi itu sama dengan profesi lainnya, ada yang baik dan ada yang kurang baik, Fakhrizal adalah seorang Polisi baik, dan mengerti dengan keinginan masyarakat, rasanya layak Fakhrizal menggantikan Kaharuddin Dt Rang Kayo Basa, seorang Polisi yang merupakan Gubernur Sumbar dan mampu membawa daerah ini menjadi aman dan nyaman,’ terang Tauhid.

Melihat kondisi saat ini, sudah saatnya Fakhrizal yang juga seorang Datuak, yang notabene ninik-mamak, menggantikan Kaharuddin Dt Rangkayo Basa memimpin Sumatera Barat, untuk mencapai tujuan yakni aman,nyaman,tentram dan berkembang, tambah Tauhid lagi.

Pernyataan serupa juga disampaikan Wali Nagari Muara Sakai Syamsul Bshri S.Pd, dimana ia bersama masyarakat bangga dengan kehadiran Fakhrizal.

“Coba bayangkan, betapa rendah hatinya seorang Fakhrizal, beliau Jendral aktif, dan bertugas di Mabes, namun masih meluangkan waktu untuk menghadiri undangan kami, sementara yang ada di Sumbar ini saja beralsan untuk tidak hadir,” ungkap Syamsul Bahri.




Kehadiran Fakhrizal menambah semangat masyarakat untuk bisa terus bekerja sama dalam segala hal, termasuk dalam menggalang kekuatan untuk menjadikan Fakhrizal sebagai idola dalam membangkitkan rasa persatuan membangun nagari. “Pak Fakhrizal akan kami jadikan sosok pimpinan idola dalam kebersamaan dan membangkitkan rasa persatuan dalam mencapai prestasi terbaik,’ tambahnya lagi.

Sampai Fakrizal akan meninggalkan Muara Sakai, tidak ada sedikut juga tampak keinginan masyarakat untuk meninggalkan lokasi. Masyarakat mulai meninggalkan lokasi acara ketika Fakhrizal dan rombongan sudah meninggalkan lokasi acara. Sambil saling bercerita, masyarakat tersebut tetap memuji Fakhrizal, debgan mengatakan seorang dermawan, ramah dan santun.(rel)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Virus Corona Makin Masif, Menkes Tetapkan Status PSBB untuk DKI Jakarta

Spiritsumbar.com, Jakarta – Tingkat penyebaran virus corona di DKI Jakarta semakin tidak terkendali. Malahan, orang ...