Beranda - Headline - Bogor FC Raih Tiket Terakhir ke Liga 2
Bogor FC
Bogor FC

Bogor FC Raih Tiket Terakhir ke Liga 2

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Bogor FC berhasil lolos ke Liga 2 2019 selepas unggul tipis 1-0 atas Persiba Bantul pada hari pertandinga terakhir Babak 8 Besar Grup Barat di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (22/12) malam.

Jual beli serangan terjadi sejak awal laga sebab dua tim memiliki kans yang sama untuk lolos ke Liga 2 bila meraih kemenangan. Bogor FC mengandalkan targetman Muhammad Dwi Rafi, sementara Persiba Bantul masih mengandalkan Arif Satyayudha sebagai poros serangan.

Memasuki menit 30, Bogor FC mendapatkan peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol. Lewat skema bola mati, Muhammad Dwi Rafi melepaskan sundulan yang sulit diasah Faudzan Adzima. Hingga babak pertama usai, tidak ada gol bertambah meski Persiba mengambil alih permainan.

Di babak kedua, Persiba masih mendominasi permainan. Sementara Bogor FC mengandalkan strategi serangan balik. Beruntung bagi Bogor FC, sang penjaga gawang Putu Pager Wirajaya tampil ciamik di bawah mistar gawang. Kiper berasal dari Bali tersebut beberapa kali mampu mementahkan peluang emans sisi serang Persiba Bantul.

Sampai babak kedua selesai, tidak ada gol yang tercipta pada laga tersebut dan skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan Bogor FC. Dengan hasil ini, Bogor FC berhak bermain di Liga 2 2019 setelah bercokol di peringkat tiga Grup Barat Babak 8 Besar Liga 3.

Pada sesi konferensi pers, pelatih Persiba Suwandi Hadi mengatakan, timnya harus bisa menerima kekalahan dan tidak ingin menyalahkan pengadil di lapangan. “Memang sudah bukan rezeki kita naik kasta tahun ini, tapi kita sudah berusaha keras,” kata Suwandi.

Sementara itu, Jan Saragih, pelatih Bogor FC, mengucapkan rasa apresiasi terhadap para pemainnya yang telah habis-habisan di laga terakhir tadi. “Saya bersyukur pada Tuhan yang sudah membantu kami, staff, manajemen, pemain, semuanya. Saya juga berterima kasih kepada para pemain dan semuanya. Kami bermain melakukan ini dengan hati dari awal,” ujar Jan.

Video Pilihan, Silek Olahraga Kebanggaan Melayu

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dalam Satu Malam, Dua Pengedar Narkoba Diciduk Polres Dharmasraya

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Dalam satu malam anggota Satuan Resnarkoba Polres Dharmasraya, mengamankan dua orang yang ...