Beranda - Berita Pilihan - BNN Sumbar Gelar Tes Urin di LP Lubuk Basung
Barang sitaan BNN saat razia lapas di Agam (Foto: Irman Naim – Spirit Sumbar)
Barang sitaan BNN saat razia lapas di Agam (Foto: Irman Naim – Spirit Sumbar)

BNN Sumbar Gelar Tes Urin di LP Lubuk Basung

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.co.id  – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumbar, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar bersama Polres Agam menggelar razia narkoba dan melakukan tes urine kepada warga binaan dan petugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Lubuk Basung, Jumat (15/4 /2016 ).

Sebanyak 84 warga binaan dan 21 orang pegawai lapas  di tes urinenya. Selain di lapas Lubuk Basung , tim gabungan juga melakukan rahazia ke lapas Maninjau Kecamatan Tanjung Raya.

Ini semua di lakukan adalah karena banyak informasi dari masayarakat bahwa maraknya tertenggar di mana mana masayarakat yang terjerumus maupun terjerat kasus narkoba, dan terdengar banyaknya para napi dan tahanan yang juga mengkomsumsi barang haram itu.

“Sesuai dengan yang banyak di berikan di televisi dan surat kabar kata salah seorang warga yang mengaku bernama  Arman  pada Spirit Sumbar di Padang Baru GOR Rang Agam, (15/4/2016). Kita selaku masyarakat  sangat mendukung sekali  kerja BNN ke Agam untuk periksa para napi dan juga petugas lapas,” katanya serius.

Kepala BNN Sumbar Ali Azhar mengatakan bahwa  dalam razia dan tes urine yang dilakukan itu, 5 orang warga binaan positif mengkonsumsi sabu dan tim gabungan menyita puluhan handphone dan sejumlah senjata tajam. Razia tersebut dilakukan dalam rangka pembersihan narkotika di lapas.

Menurut Ali, handphone milik warga binaan yang diamankan ditimbun didalam tanah di depan kamar dan disembunyikan di bunga. Sedangkan senjata tajam dan barang bukti lainnya ditemukan di dalam kamar yang disimpan  dalam lemari dan dibalik kasur. “Barang bukti akan kita sita dan dibawa ke provinsi.Untuk lima warga binaan yang positif menggunakan shabu akan diminta tidak diberikan remisi dan bebas bersyarat, sebagai efek jera,” ujarnya.

Selanjutnya, BNN Sumbar akan melakukan razia ke seluruh lapas yang ada di Sumbar. Sebelumnya sudah dilakukan di Bukittinggi, Sawahlunto, Payakumbuh dan Pasaman. “Warga binaan yang positif konsumsi narkoba, kita akan minta tidak diberi remisi dan bebeas bersyarat. Sedangkan warga binaan yang memiliki narkoba, akan di proses sesuai hukum yang berlaku,”  paparnya.

Sementara itu Kapolres Agam AKBP Eko Budhi Purwono mengatakan bahwa  pihaknya menurunkan 3 pleton personel ditambah kekuatan di masing-masing Polsek untuk melakukan pengamanan. Dua pleton ditambah personel dari Polsek Lubuk Basung kita kerahkan untuk pengamanan di Lapas tersebut. Sedangkan satu pleton lagi ditambah personel dari Polsek Tanjung Raya dikerahkan di Rutan Maninjau, katanya.

Terkait masalah tersebut Kalapas Lubuk Basung, Irwan mengatakan bahwa mengaku sangat senang dengan razia dan tes urine yang dilakukan BNN. Karena menurutnya, ini akan membantu menekan peredaran narkoba di lapas.  “Kami sangat mendukung sekali razia ini,” ungkapnya.

Terkait ditemukannya puluhan handphone dan senjata tajam merupakan kelalaian dari petugas. Menurutnya, barang-barang itu dibawa oleh keluarga warga binaan saat membezuk. “Ini kelalaian kami dan akan segera kita perbaiki.  Saat keluarga warga binaan membezuk, barang-barang ini luput dari pemeriksaan kami  katanya. Hal ini sampaikannya bahwa dia beralasan, di karenakan petugas di Lapas Klas II B Lubuk Basung kekuarangan tenaga. Kita hanya memiliki 21 pegawai. Jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah warga binaan. Kadang untuk petugas jaga, kita hanya menempatkan dua orang saja karena keterbatasan tenaga,” akunya.

Dia menambahkan bahwa warga binaan yang positif konsumsi sabu akan dilaporkan ke Kanwil Kemenkum HAM Sumbar. “Nanti kita akan koordinasikan langkah-langkah apa yang bisa diambil,” jelasnya.

Kepala Sub Bidang Keamanan Kanwil Kemenkum HAM Sumbar, Rifan Azwandi mengungkapkan, rekomendasi yang diberikan BNN akan menjadi bahan pertimbangan oleh pihaknya. “Bisa saja tidak kita berikan remisi dan bebas bersyarat bagi yang positif menggunakan narkoba untuk memberikan efek jera dan membersihakan peredaran narkoba di lapas,”  ujarnya.

IRMAN NAIM

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Suporter Semen Padang FC tumpah saat menghadapi Kalteng Putra di match 6 Liga 2 (foto Saribulih)

Kalah dari Semen Padang FC, Kalteng Putra Ngamuk

Begitu babak kedua dimulai, Semen Padang kembali melakukan serangan bergelombang. Apalagi, target selisih 2 gol ...