Beranda - Headline - Bingung Dengan Dana Desa, Walinagari Datangi DPRD Sumbar
Anggota DPRD Sumbar bersama walinagari
Anggota DPRD Sumbar bersama walinagari

Bingung Dengan Dana Desa, Walinagari Datangi DPRD Sumbar

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Banyaknya tekanan dan ancaman terhadap penggunaan dana desa, membuat Walinagari dan Badan Permusyawaratan Nagari (BPN) Nagari Aie Angek, Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung mendatangi DPRD Sumbar, Rabu (25/10/2017).

Rombongan Walinagari dan Pengurus BPN disambut Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumbar Sabrana dan Anggota DPRD Sumbar yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbar VI.

Kehadiran Walinagari dan BPN Aie Angek lantaran merasa takut untuk menggunakan dana desa. Lantaran,  kurangnya pengalaman, dan tata cara penggunaan dana desa tersebut, sehingga berdampak nantinya akan berurusan dengan hukum.

“Asalkan kita berjalan di rel dan aturan yang ada, Wali Nagari dan aparatur pemerintahan jangan takut untuk menggunakan dana desa. Apalagi sekarang sudah ada tenaga pendamping desa, jalinlah kerjasama yang baik dengan mereka,” kata Sabrana.

Sabrana menambahkan, jangan pernah merasa takut untuk menggunakan dana desa tersebut, semua akan berjalan lancar dan usahakan jangan ada silpa. Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat pun ikut bertanggungjawab terhadap realisasi kegiatan dari Pemerintahan Nagari.

Selain itu Sabrana juga berharap agar Tim Pengelola Kegiatan (TPK) proaktif dalam mengejar dana bantuan keuangan khusus untuk nagari ke Pemerintah Kabupaten, dan bantuan tersebut bersifat usahakelola (tidak dipihakketigakan), sehingga dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat dan dapat menambah penghasilan masyarakat nagari tersebut.

“Dan kami juga mengharapkan pada Pemerintahan Nagari dan BPN untuk meningkatkan SDM, sering-seringlah berkunjung, bintek sehingga kita tidak takut lagi menggunakan dana desa tersebut,” ujarnya.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

LPMP Sumbar Maksimalkan Pelayanan

SPIRITSUMBAR.com – Guna mempererat tali silaturrahmi dan menyatukan langkah ke depan, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu ...