Minggu , 18 November 2018
Beranda - Headline - Bima Sakti Yakin Timnas Indonesia Mampu Tumbangkan Singapura
Pelatih Timnas Indonesia dan Singapura
Pelatih Timnas Indonesia dan Singapura

Bima Sakti Yakin Timnas Indonesia Mampu Tumbangkan Singapura

Print Friendly, PDF & Email

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Bima Sakti yakin meraih kemenangan saat melawan tuan rumah Singapura pada laga perdana Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11/2018).

Pada duel yang akan berlangsung pada pukul 19.00 WIB, skuat Garuda yang telah melakukan persiapan di Singapura sejak dua hari lalu saat ini dalam kondisi bagus. Kombinasi pemain senior dan muda, akan menjadi senjata andalan anak asuh Bima Sakti ini. Pada saat melakukan ofisial training di Stadion Nasional malam ini, Hansamu Yama dan kawan-kawan tampak serius melahap menu latihan yang diberikan tim pelatih.

“Kami akan mencoba untuk bermain bagus dan fokus pada semua pemain lawan. Kami butuh poin penuh di Singapura untuk pertandingan selanjutnya melawan Timor Leste,” kata Bima.

Ia menambahkan bahwa ia selalu menerapkan di tim tidak ada pemain cadangan, lalu kapten juga memang ada beberapa pemain yang kita anggap senior dan semua ada kesempatan.

“Kapten kami pilih Hansamu Yama karena dia sudah menjadi kapten dari SEA Games dan Asian Games, jadi sudah lebih mengerti bagaimana kondisi semua pemain. Jadi kami menerapkan semua pemain itu pemain inti dan tidak ada cadangan,”jelasnya.

Sementara itu, Hansamu menegaskan kesiapannya untuk mengenakan ban kapten Skuat Garuda.
“Kalau masalah kapten itu pilihan pelatih. Seperti kata pelatih, di tim ini tidak ada istilah pemain inti atau cadangan. Jarak usia kami sekarang juga enggak jauh beda dengan pemain senior. Para pemain senior juga baik-baik, terus kami sering sharing masalah tim, jadi itu enggak ada masalah,” tambah pemain belakang asal Barito Putera itu.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggaran Dewan Pers Dipangkas Bakal Perpendek Umur Media Cetak

SPIRITSUMBAR.com – Anggaran Dawan Pers yang selama ini dialokasikan lewat APBN mengalami pengurangan dari usulan ...