Minggu , 18 November 2018
Beranda - Pariwisata - Event - Berharap Multiplier Effect dari Tour de Singkarak

Berharap Multiplier Effect dari Tour de Singkarak

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Sekejap lagi Tour de Singkarak (TdS) X bisa disaksikan di Kota Padang Panjang. Harapan Pemerintah setempat yang telah menggelontorkan dana sebesar Rp800 juta untuk TdS, iven ini akan menghasilkan multiplier effect ekonomi warga kota Serambi Mekah itu.

Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, didampingi pejabat setempat kepeda pers Rabu (7/11/2018), menyebut, dengan ditetapkannya Padang Panjang sebagai lokasi start pada stage VII, 10/11/2018 mendatang, menuju kabupaten Solok Selatan dengan panjang rute 193.7 km ini, diyakini akan menggenjot pendapatan usaha kuliner, perhotelan, transportasi dan lainnya. Sebab, orang dari luar daerah akan berbondong bondong masuk ke sini untuk menyaksikan agenda resmi UCI (Union Cycliste Internationale) ini. Mereka butuh makan, minum, penginapan, atau souvenir utnuk dibawa pulang.

Apa memang begitu? Ketika salah seorang wartawan mengumpan balik, multiplier effect seperti apa yang akan didapat sementara sang riders dan official diinapkan di hotel berkelas, bukan homestay milik penduduk, di Kubu Gadang, misalnya. Makan minum sampai souvenir juga disediakan secara cuma-cuma. Dan, sejauh ini mayoritas penduduk lokal dan hinterland, yang berduyun-duyun datang menyaksikan TdS ke kota Padang Panjang. Mereka ada yang bawa minum dan cemilan dari rumah, ada juga yang berbelanja di warung dan kafe kafe. Tapi orang mengibaratkannya “Jawi pak haji masuk ke parak pak haji” maksudnya, perputaran uang hanya dari orang Padang Panjang untuk Padang Panjang.

Soal promosi wisata, kapan si bule akan mengenal Kubu Gadang yang selalu digadang-gadang sebagai destinasi wisata digital, sementara rute loop TdS dikota kecil 23 Km2 ini, tidak menyentuh Desa Kubu Gadang sama sekali. Kalau toh ada dinner di objek wisata PDIKM, malam sebelum dilepas ke Solok Selatan, dengan menyajikan menu lokal dan western, biasanya makanan itu banyak berlebih, lantaran minimnya atlet sepeda atau official yang hadir.

Dari sejumlah peserta TdS yang pernah diwawancara The Public (Grup Spiritsumbar), diantaranya Ghader Misbani, Amir Zargari dari tim Pishgaman Yazd Iran, Liberry dari Australia, lebih memilih istirahat di hotel ketimbang menghadiri dinner atau malam keakraban. Bukan tidak menghargai, tapi me-refresh tenaga untuk persiapan balap esok hari, ujarnya suatu kali.

Hendri Fauzan, Kadis Pariwisata Kota Padang Panjang juga tidak menutup mata akan hal ini. Sebab kita di daerah tidak bisa berbuat banyak, termasuk membawa mereka ke desa Kubu Gadang. Skedulnya sudah diatur oleh panitia pusat. Bagi kita sekarang, sukses TdS akan melambungkan nama kota ini ke dunia internasional, bahwa Padang Panjang, Ranah Minang dan Indonesia secara umum, itu aman untuk dikunjungi.

Seperti disampaikan dalam jumpa pers, yang dihadiri Wako Padang Panjang, Fadly Amran, Kasi Operasional Polresta Padang Panjang, Daulay, Kadis Kominfo, Marwilis, Kadis Pariwisata, Hendri Fauzan, dan wartawan dari berbagai media, untuk pengamanan TdS dikerahkan 188 personil Polri, 30 TNI, dan 15 Brimob, ditambah dengan Pol PP, BPBD, dinas perhubungan, serta dinas kesehatan. Selain di jalan, pengamanan juga dilakukan di semua tempat penginapan.

Persiapan TdS terus dipacu. Dari beberapa kali survey, dipastikan jalan dan 77 tikungan yang akan dilewati sudah mulus. Tidak yang berlobang ataupun rawan kecelakaan. Bahkan, H-2 semua route TdS akan disiram dengan armada pemadam kebakaran biar tidak ada pasir dan kerikil. Di depan Mako Secata B, tempat start TdS stage VII, yang sedang ada renovasi trotoar, sementara ditutup, sisa bahan bangunan yang ada dibersihkan hingga terlihat rapih.
Untuk lebih memeriahkan TdS 2018 yang diikuti 114 pebalap dari 20 tim yang berasal dari dari Korea Selatan, Jepang, China, Iran, Laos, Filipina, Kamboja, Malaysia, Jerman, Australia, dan tuan rumah, Indonesia ini, akan diadakan pentas seni di sekitar lokasi start jalan Sudirman kota itu. Para pelajar diberi izin melihat TdS dengan cara berjejer ditepi tepi jalan.

Perbedaan dengan tahun sebelumnya, TdS ditahun pertama duet kepemimpinan Wako Fadly-Asrul, masih disekitar tempat start akan dihadirkan tenda khusus bagi tamu dari luar yang dibawa oleh travel agent menyaksikan TdS.

Sekedar mengingatkan, tahun 2017 lalu Padang Panjang menjadi lokasi finish etape VII dari 50 Kota-Padang Panjang berjarak 112 km. Sekitar 108 orang pebalap TdS 2017 itu menginap di 10 hotel yang ada dikota itu.

Sementara untuk tahun ini para pebalap diinapkan di 4 hotel yang ada. Tidak dirinci, apakah jumlah peserta TdS menyusut dari tahun lalu, atau hanya sebagian saja yang menginap di kota berhawa sejuk ini. Untuk route lihat gambar- red.( yetti harni)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggaran Dewan Pers Dipangkas Bakal Perpendek Umur Media Cetak

SPIRITSUMBAR.com – Anggaran Dawan Pers yang selama ini dialokasikan lewat APBN mengalami pengurangan dari usulan ...