Beranda - Berita Pilihan - Beredar di Medsos, SPR Padang Abaikan Keselamatan Pengunjung
Sentral Pasar Raya Padang (foto: Dodi Syah Putra)
Sentral Pasar Raya Padang (foto: Dodi Syah Putra)

Beredar di Medsos, SPR Padang Abaikan Keselamatan Pengunjung

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Sentral Pasar Raya (SPR) Padang kembali jadi buah bibir masyarakat. Kali ini, bukan karena persoalan parkir dan masalah pembangunan pusat perbelanjaan tersebut. Namun, justru tak ada kepedulian terhadap keselamatan pengunjung.

Keluhan dalam bentuk curahan uneg-uneg disampaikan salah seorang pengunjung  Dr. Aisyah Elyanti, M.Kes, di media sosial (Medsos).

Berikut curahan hatinya di Medsos. Sejak adanya gedung SPR dibangun di Kota Padang, baru kali ini ke sana menemani keponakan untuk belanja ke Matahari.

Setelah selesai belanja, maka dicarilah escalator untuk turun. , ternyata escalator yang ada naik semua, aduh! …. Bagaimana turunnya nih? Saya mencari cari petunjuk arah namun tidak tersedia, demikian juga petunjuk pintu darurat … Juga tidak tersedia.

Lantas seseorang menimpali di belakang bu! Akhirnya saya berjalan kearah yang ditunjuk dan bertemulah tangga turun. Sesampai dibawah , sayapun mencari satpam untuk menyampaikan keluhan.

Pak Satpam! Padang ini adalah kota rawan gempa, masa escalatornya naik semua. Satpamnya menjawab tangga turun ada di belakang…. Ini Keputusan pengelola gedung Supaya pedagang dibagian belakang kebagian pengunjung,” ujarnya menirukan Satpam.

Saya menjawab, tolong disampaikan pada pengelola gedung apa yang saya sampaikan. Si satpam bilang, tidak akan saya sampaikan !

Aneh!!!

Sampai sebegitu butakah kita demi kepentingan segelintir, kita mengabaikan keselamatan pengunjung? Bukankah mencari untung dan memikirkan keamanana dan kenyaman pengujung sama penting nya?

Jikalau pengelola gedung menginggingkan pengunjung berjalan kearah belakang bukankah bisa dibuatkan solusi seperti menaruh escalator di ujung gedung bukan di depan pintu masuk, dengan demikian semua pengunjung akan mengitari lantai tersebut sebelum naik ke lantai atas. Atau dengan meletakan sign board … Tanda jalur turun dan jalur evakuasi?

Tidak terbayang oleh saya ketika ada gempa/ kebakaran dan pengunjung panik berlari kesana kemari mencari jalur evakuasi.

Tidakkah kita perlu peduli?

Siapakah yang harus bertanggung jawab?

Padang, 11 Juni 2016

Jam 12:00 WIB

Ternyata curahan hati ini juga ditanggapi Yaskur Syarif dengan pernyataan sama. “Rupanya saya juga tidak peduli, karena sempat mengalami tapi tidak sempat menulis. Alhamdulillah ada Aisyah Elliyanti dan juga besar harapan ditindak lanjuti Yan Rafiq,” ujarnya.

Iid Burhan juga mengometari dengan mengatakan pengalaman yang sama. “Pengalaman yang sama uni. beberapa hari lalu ke SPR. pas turun bingung kok escalatornya naik semua,” ujarnya

Gustina Agus juga mengomentari  “Saya juga mengalaminya dr.een..escalatornya dua2nya naik…dikasih tahu sama pegawai toko untuk turun ada tangga di belakang. “Terimakasih dr.een sudah menyampaikan ini,” ujarnya.

“Sama buk, tadi kita juga ke sana, eskalator turunnya dimatikan di depan mata, padahal pengunjung yang mau turun sudah antri. Akhirnya turun manual. Gak peduli tuh pegawainya orang susah mau turun,” komentar Muthia Sukma

DATUAK

Lebih lengkap di versi cetak:

Edisi 25 (13 Juni 19 Juni 2016)
Edisi 25 (13 Juni 19 Juni 2016)
loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bagindo M Leter Rindukan Sosok Donny Moenek

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Walau hanya beberapa bulan menjadi Penjabat Gubernur Sumbar, namun Reydonnyzar Moenek telah ...