Beranda - Headline - Beras Rajo Pasisia Bakal Jadi Brand Pesisir Selatan

Beras Rajo Pasisia Bakal Jadi Brand Pesisir Selatan

Print Friendly

Spiritsumbar.com | Painan – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Jumsu Trisno mengatakan ke depan akan berusaha untuk menonjolkan “Beras Rajo Pasisia” sebagai branding berasnya orang Pessel.
Artikel Lainnya

loading…


Upaya pengembangan Beras Rajo Pasisia tersebut terang dia, harus dilakukan seleksi wilayah. “Tidak semua kecamatan di Pessel ini dapat dijadikan lahan sebagai wadah untuk memproduksi Beras Rajo Pasisia”ujarnya usai penyerahan mesin alsintan bersama Bupati Pessel, Hendrajoni, kepada 5 kelompok tani di Pessel yang dananya berasal dari aspirasi anggota DPR RI, Fraksi Partai Amanat Nasional, Asli Chaidir, Selasa (25/7/2017).

Jumsu menjelaskan, beberapa kriteria harus dapat terpenuhi agar kualitas beras branding itu menjadi bermutu dan berkualitas.”Mulai dari bibit, kesuburan tanah, iklim dan sarana irigasi sawah yang lancar. Untuk saat ini Kecamatan Bayang Utara (Bayu) merupakan lokasi yang paling cocok untuk dijadikan sentra produksi beras Rajo pasisia. Ya, ini bisa dilakukan karna didukung dengan segala kriteria yang disebutkan,” kata dia.

Kondisi lahan atau persawahan yang berada di dekat tepi pesisir pantai, rasanya kata Jumsu tidak akan cocok dan maksimal dalam peningkatan produksi beras kebanggaan orang Pessel ini.

Namun demikian, Ia hanya akan memilih beberapa daerah yang betul betul lengkap sarana dan bebas kendala dari segala macam hambatan.

Di 2018 mendatang, lanjutnya seluas  4000 hektar lahan pertanian bakal dioptimalkan dalam memproduksi Beras Rajo Pasisia itu.

Berbicara soal target produksi, Dia belum bisa memastikan. “Tetapi yang jelas kita selalu berusaha. Karena memang kita baru memulai program ini”pungkasnya. (niko).
Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Penemuan Sosok Mayat Gegerkan Warga Timpeh

Spiritsumbar.com, Timpeh – Warga Jorong Pinang Makmur Kanagarian Tabek Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, digegerkan dengan ada ...