Beranda - Headline - Berantas Maksiat Dengan Kebersamaan

Berantas Maksiat Dengan Kebersamaan

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Langkah Walikota Padang untuk memberantas maksiat tidak cukup hanya dengan acungan jempol. Lebih dari itu, semua pihak harus memulai dari lingkungan masing-masing untuk memerangi maksiat. Karena,  Deklarasi Padang Anti Maksiat tak akan bermakna, jika tidak ditindaklanjuti dengan aksi.

Hal itu dikatakan Anggota DPRD Padang Daerah Pemilihan (Dapil) Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan dan Bungus Teluk Kabung, Masrul terkait program Pemerintah Kota Padang dalam memerangi maksiat, ketika diminta komentarnya, Jumat, 23 November 2018.

Masrul yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Padang ini menegaskan bencana yang terjadi dimuka bumi ini tidak terlepas dari azab Allah lantaran maksiat merajalela. Hal itu ujarnya, sudah tegas tegas dinyatakan dalam Al Quran. “Jadi, kalau ada yang mengatakan bencana tidak ada keterkaitan dengan maksiat, maka iman orang tersebut perlu dipertanyakan. Malahan, bisa jadi keislamannya diragukan,” ujarnya.

Untuk itu, dia sangat berharap semua komponen masyarakat seayun selangkah untuk memerangi semua penyakit masyarakat. Semua harus bersatu padu untuk memerangi semua perbuatan maksiat  dan berbagai prilaku  penyimpangan.  “Mari kita jalin kebersamaan untuk membasmi perilaku menyimpang seperti Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) serta berbagai bentuk maksiat lainnya. Ini tidak boleh ditunda tunda agar bencana jauh dari kita,” ujarnya.

Masrul yang kembali mendapat nomor urut dua dari PAN untuk DPRD Padang pada Pemilu 2019 ini juga mengaja para RT untuk selalu memantau wilayahnya demi menghindari hal yang tidak diingini. Terutama terhadap hal yang berhubungan dengan penyakit masyarakat ini. “Jika ada perbuatan yang mencurigakan, RT secepatnya melaporkan ke pihak yang berwajib. Selain itu, RT juga senantiasa membangun komunikasi dengan warganya,” ujar Masrul.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Khatam Bukan Berhenti Baca Al Quran

SPIRITSUMBAR.com – Membaca dan memahami Qur’an sangat perlu sekali Wakil Bupati Dharmasraya, H. Amrizal Dt ...