Beranda - Berita Pilihan - Bawaslu Dharmasraya Heran, Baliho Banyak yang Robek

Bawaslu Dharmasraya Heran, Baliho Banyak yang Robek

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Dengan viral dan maraknya bahlio para calon legislatif 2019 yang diduga robek oleh orang yang tidak bertanggung jawab sangat di sayangkan dalam pesta demokrasi Pemilhan Umum pada tahun 2019 ini.

Yang sangat disayangkan pemasangan Bahlio calon legislatif 2019,tidak ada pemberitahuan kepada bawaslu kabupaten atau panwaslu kecamatan, kalau sudah robek baru pada komentar

Hal tersebut di sampaikaan oleh,Ketua Bawaslu Kabupaten Dharmasraya, Syamsurizal, melalui Koordinator Divisi Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Dharmasraya Alde Rado, yang di temui awak media pada hari Jumat (1/2/2019) di ruangannya mengatakan memang betul sekali kami dapat informasi masyarakat tentang adanya berapa alat peraga kampanye,sperti bahlio yang terpasang ada berapa sebagian ada yang di rusak atau robek.

Dari informasi dari masyarakat dan serta dari anggota pawaslu kecamatan ada berapa titik bahlio yang rusak,di antara daerah Nagari sungai duo, nagari sitiung, nagari koto baru, nagari koto ranah, nagari koto gadang, nagari koto laweh, dan nagari koto tinggi di kabupaten dharmasraya

Kami hanya mendata saja,bahlio yang terpasang serta rusak selama ini Bahlio calon legislatif 2019 atau bahlio capres dan Cawapres oleh Tim mereka.
Sangat di sayangkan pemasangan Bahlio calon legislative bahlio capres dan Cawapres 2019,tidak ada pemberitahuan kepada bawaslu kabupaten atau panwaslu kecamatan.
Kalau sudah pada robek dan rusak semuanya pada ribut, bahlio kami pada rusak pada hal saat ini sudah ada aturan pemasangan berapa Bahlio calon legislatif 2019 atau bahlio capres dan Cawapres sudah ada aturan yang berlaku,bukan seenaknya kita memasang bahlio atau sepanduk yang saat ini ucap Alde Rado.(Eko)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

HBD Alumni SMAN 2 Padang, Kolaborasi Senior dan Yunior

SPIRITSUMBAR.com Ketua Panitia Halal Bi Halal (HBD) IKASMA 2 Padang Insannul Kamil biasa dikenal dengan ...