Beranda - Headline - Bakar Sampah, 2.500 M2 Lahan Warga Ikut Ludes

Bakar Sampah, 2.500 M2 Lahan Warga Ikut Ludes

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Tanah Datar – Kondisi kemarau dan kekeringan di beberapa wilayah ditambah fenomena kabut asap menjadikan kita seharusnya lebih waspada terhadap potensi yang bisa memicu timbulnya musibah lainnya.

Berawal dari pembakaran sampah, seluas 2.500 M2 lahan warga diamuk si jago merah di Ganting Nagari Gurun Kecamatan Sungai Tarab, Kamis (19/9/2019) sekira pukul 19.00 WIB.

Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Datar melalui Kasi Keselamatan dan Kebakaran Fauzi mengungkapkan,



“Dari keterangan yang diperoleh sementara di lapangan, api berasal dari pembakaran sampah warga yang sudah menumpuk. Dan memang kawasan Ganting yang cukup jauh dari pemukiman warga menjadi lokasi untuk membuang sampah bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Artikel Lainnya

loading…


Berkat informasi masyarakat, tambah Fauzi, Damkar dengan menurunkan 3 unit armadanya segera bergerak ke lokasi.

“Lahan yang terbakar didominasi lahan yang ditumbuhi pohon bambu, berkat kerja sama dan kerja keras, petugas pemadam bisa mengurangi dampak yang lebih besar lagi,” katanya.

Sementara itu di lokasi terpisah, tepatnya di Jorong Kubang Koto Nagari Tapi Selo Kecamatan Lintau Buo Utara, Jum’at dini hari, (20/9/2019) sekira pukul 2.20 WIB, si jago merah mengamuk dan melalap 1 rumah permanen milik Nasirun (65).

Fauzi mengungkapkan, kebakaran yang hanguskan rumah Nasirun seluas 8 x 10 meter itu diperkirakan mengalami kerugian Rp.200 juta.

“Penghuni rumah sedang terlelap dalam tidurnya ketika terjadi kebakaran, namun Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Dengan menurunkan 2 armada pemadaman baru terselesaikan pukul 4.30 WIB dini hari tadi. Dugaan sementara penyebab kebakaran dari tungku dapur, namun untuk pastinya masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” tukasnya. (David)


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggota DPD RI melakukan kunjungan ke Sorong (foto : Ist)

Bentuk Pansus Papua, DPD RI Kunjungi Sorong

SPIRITSUMBAR.com, Sorong – Pansus Papua Yang akan dibentuk DPD RI dalam rangka ikut memyelesaikan konflik-konflik ...