Beranda - Berita Pilihan - Badai, Enam Nelayan Sasak Dihempas Gelombang
Nelayan yang terdampar di Sasak
Nelayan yang terdampar di Sasak

Badai, Enam Nelayan Sasak Dihempas Gelombang

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com Pasaman Barat – Enam orang terdampar ditepi pantai. Satu diantaranya yang merupakan warga Katiagan ditemukan dipohon seribu Sasak Ranah Pasisie. Sedangkan 5 orang lainnya yang merupakan warga Sasak, ditemukan ditepi pantai Katiagan, Kabupaten Pasaman Barat Rabu (29/1/2020) sekira pukul 02.00.Wib.

Ke enam orang nelayan ini ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka terdampar, lantaran perahu mereka dihantam gelombang akibat angin kencang dan ombak tinggi.

Wali Nagari Tiagan Kecamatan Kinali, Endang Sahputra melalui selulernya bahwa pada pukul 14.00 WIB mengatakan lima orang nelayan merupakan warga Jorong Pondok, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie.




Mereka dihempas gelombang saat menggunakan perahu nelayan. Akibat badai, perahu mereka terdakaram dan akhirnya terdampar di pantai Tiagan kecamatan Kinali.
Mereka adalah Tempur (55), Isap (40), Toni 40),Uyung(30) dan Naguih (55).

Artikel Lainnya

loading…


Menurut Wali Nagari mereka mencari ikan di antara perairan Sasak dan Tiagan, tapi karena angin kencang dan ombak tinggi perahu mereka dihempaskan badai ditengah laut. Hingga akhirnya para nelayan itu terombang-ambing selama lebih dua jam dan akhirnya terdampar di pantai Tiagan.

Ditambahkan Wali lagi bahwa kini kelima orang nelayan tersebut sekitar pukul 17.30 Wib sudah dijeput oleh keluarganya dengan menggunakan spead boat dan sudah sampai Kejorongan Pondok. Namun beberapa saat setelah ke lima nelayan tersebut mereka lepas untuk kembali ke kampungnya.

Baca : Sempat Dinyatakan Hilang, Penyemprot Hama Ditemukan Sudah Jadi Mayat

Tidak berapa lama kemudian Wali Nagari Tiagan mendapat informasi bahwa ada seorang warganya bernama Asril (50) saat melaut dengan menggunakan perahunya ditemukan terdampat di perairan Sasak.

Menurut informasi yang ia terima Asril tenggelam dengan perahu jaring ikan tete di perairan pohon seribu Jorong Pondok berjarak lebih kurang 2,5 mil dari pantai. Masyarakat kejorongan Pondok segera menjemputnya ke tengah laut dan akhirnya dapat diselamatkan.

“Saat berita ini diturunkan korban sudah di jeput oleh pemerintah Nagari Tiagan dan keluarga dengan mobil BUMNAG elo Pukek Tiagan dalam keadaan selamat. ” terang Endang mengakhiri.  (Sy)



Simak Video : Turis China, Hadangan Virus Corona

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Virus Corona Makin Masif, Menkes Tetapkan Status PSBB untuk DKI Jakarta

Spiritsumbar.com, Jakarta – Tingkat penyebaran virus corona di DKI Jakarta semakin tidak terkendali. Malahan, orang ...