Beranda - Headline - Arkadius Minta OPD Genjot PAD Sumbar
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Arkadius Dt. Intan Bano saat membuka seminar Renperda Rencana Zonasi Wlayah Pulau pulau kecil di Sumatera Barat
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Arkadius Dt. Intan Bano saat membuka seminar Renperda Rencana Zonasi Wlayah Pulau pulau kecil di Sumatera Barat

Arkadius Minta OPD Genjot PAD Sumbar

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus jeli menggali potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena, masih banyak potensi yang belum tergarap.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Arkadius Datuak Intan Bano terkait makin meningkatnya anggaran belanja daerah,  di DPRD Sumbar, Senin, 10 Desember 2018.

“Pemerintah daerah harus lebih serius karena masih ada potensi PAD yang belum tergarap maksimal, sementara pada sisi belanja terjadi peningkatan,” ujarnya.

Dia menegaskan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019, terjadi penurunan penerimaan dari bagi hasil pajak dan penerimaan Dana Intensif Daerah (DID) dari alokasi yang telah ditetapkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS).

Penerimaan dari bagi hasil pajak berkurang sebesar Rp45,9 miliar lebih dan DID berkurang sebesar Rp52,9 miliar lebih, sedangkan kenaikan Dana Alokasi Umum (DAU) hanya sebesar Rp61,75 miliar lebih.  “Sehingga perlu diupayakan tambahan penerimaan dari PAD untuk menutupi kekurangan tersebut,” katanya.

Dia mengungkapkan, pembahasan RAPBD tahun 2019 lalu berjalan alot terkait pendapatan daerah, karena terjadinya penurunan tersebut. Setelah perdebatan panjang antara Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akhirnya bisa ditetapkan dengan total APBD sebesar 7,150 triliun lebih.

Pendapatan daerah ditetapkan sekitar Rp6,729 triliun dan belanja daerah sekitar Rp7,130 triliun lebih. Pendapatan daerah terdiri dari PAD sekitar Rp2,491 triliun, dana perimbangan Rp4,185 triliun lebih dan lain – lain pendapatan yang sah sebesar Rp52,4 miliar. Sementara belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung sekitar Rp4,312 triliun dan belanja langsung sekitar Rp2,819 triliun.

Arkadius menyentil, sepertinya OPD masih memasang target pendapatan yang jelas saja tanpa mau melakukan peningkatan. Padahal, peningkatan harus dilakukan mengingat masih banyak program strategis daerah yang belum mendapat alokasi anggaran yang cukup.

Meskipun target pendapatan untuk tahun 2019 telah disepakati, Arkadius mengingatkan pemerintah provinsi untuk lebih optimal menggarap sumber-sumber PAD. Menurutnya, potensi pendapatan daerah sebetulnya masih tinggi dari target yang ditetapkan. Dia juga menyorot belum optimalnya pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan aset-aset daerah yang juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap PAD (Salih)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Komplek Kauman Padang Panjang

Thawalib Padang Panjang Rengkuh Kejayaan Masa Lalu

SPIRITSUMBAR.com – Menyusul “serbuan” pelamar pada 2018 lalu, Perguruan Thawalib Padangpanjang terus berinovasi memacu kebangkitan ...