Senin , 23 September 2019
Beranda - Pendidikan - Apresiasi - Anugerah KIP 2018, Tanah Datar Kembali Ukir Prestasi

Anugerah KIP 2018, Tanah Datar Kembali Ukir Prestasi

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Komisi Informasi (KI) Propinsi Sumbar kembali lakukan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2018 dalam 10 Kategori dengan 524 Badan Publik yang dinilai.

Dalam momen ini, PPID Kabupaten Tanah Datar mampu meraih peringkat 3 setelah Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Bukittinggi pada kategori Kabupaten/Kota, sementara untuk kategori Nagari/Desa, Nagari Sungayang meraih peringkat 2 dibawah Nagari Tanjung Haru Sikabu-kabu Kabupaten 50 Kota diatas Nagari Lunang Tigo Kabupaten Pesisir Selatan dan Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Tanah Datar pada peringkat 4, serta SMA N 2 Batusangkar menjadi Juara 1 pada Kategori SLTA.

Acara yang dihadiri Menteri Desa PDTT diwakili Plt. Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Aisyah Gamawati, Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Hendra J. Kede, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno serta undangan lainnya, Selasa (11/12) di Kyriad Bumiminang Padang berlangsung meriah.

Ketua KI Sumbar Syamsu Rizal dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan anugerah tahun 2018 merupakan tahun ke empat dalam pelaksanaannya. “Diakhir jabatan selaku Komisioner periode ini, KI Sumbar konsisten laksanakan kegiatan anugerah ini dengan tujuan dan harapan Badan Publik di Sumbar jauh dari praktek KKN,” sampainya.

Syamsu Rizal menambahkan, selama hampir lima tahun menjabat, telah banyak badan publik secara bertahap sadar tentanh Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang diatur Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. “Tahun ini dari 524 Badan Publik yang diberikan kuesioner hanya 209 badan publik atau 39,88% yang implementasikan UU KIP, ini tentu masih menjadi tugas KI ke depan,” tukasnya.

Selepas itu Wakil Ketua KI Pusat Hendra J. Kede mengungkapkan kebanggaan dan terima kasih kepada Komisioner KI Sumbar yang komit laksanakan kegiatan ini. “Keterbukaan Informasi merupakan sebuah keharusan zaman sekarang, bahkan bisa masuk kategori Hak Azazi Manusia, mari kita dukung bersama karena juga mampu meminimalisir korupsi ” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno disamping memberikan apresiasi juga berharap tahun-tahun mendatang KIP semakin menjadi perhatian serius badan publik di Sumbar. “Kalau tidak ada salah kenapa harus takut terbuka, karena itu dihimbau seluruh badan publik terutama terhadap keuangan, harus terbuka dan transparan, sehingga akan tercipta pemerintahan yang bersih,” pesannya.

Selepas acara, Bupati Tanah Datar diwakili Asisten Administrasi Umum Helfy Rahmy Harun didampingi Kabag Humas dan Protokol yang juga PPID Utama Syahril mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada PPID Tanah Datar dan seluruh elemen lainnya yang telah membantu. “Anugerah ini menjadi bukti bahwa Tanah Datar tetap komit laksanakan dan mendukung KIP semenjak Undang-Undang KIP diberlakukan, bahkan tahun kita juga sudah libatkan langsung Wali Nagari sebagai PPID dalam SK Bupati,” sampainya.

Menanggapi prestasi PPID Tanah Datar Tahun 2018 ini memperoleh peringkat 3 dan Nagari Sungayang peringkat 2 dan Lawang Mandahiling yang mampu memperoleh peringkat 4, Asisten Helfi Rahmy Harun menyampaikan rasa bangganya.

“Walau terjadi penurunan prestasi dari tahun 2017 lalu, bukan berarti kita tidak baik, tetapi memang daerah lainnya mempunyai perkembangan pesat dalam laksanakan UU KIP ini, karena itu ke depan kita juga harus bertekad kuat untuk lebih baik lagi,” ujarnya.

Hal positif yang dapat dijadikan contoh, ungkap Rahmy, tekad, semangat dan dukungan dari seluruh elemen sehingga Kabupaten Pesisir Selatan menjadi Kabupaten terbaik dukung KIP. “Pesisir Selatan mampu menciptakan dan mengumpulkan Daftar Informasi Publik sekitar 3.500 item, ini bukan hanya butuh kerja keras, tapi juga komitmen seluruh OPD terkait untuk bisa mencapainya, inilah yang harus dijadikan contoh ke depan pada PPID kita,” pungkasnya. (David)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Selebrasi pemain Semen Padang FC usai mencetak gol ke gawang PSS Sleman (foto LIB)

Semen Padang FC Taklukkan PSM Makassar

Posisi Kabau Sirah Masih Terkunci SPIRITSUMBAR.com, Padang – Semen Padang FC berhasil memetik kemenangan atas PSM ...