Beranda - Berita Pilihan - Alirman Sori: RUU Cipta Kerja Jangan Rugikan Daerah
Alirman Sori usai menyampaikan Laporan PPUU dalam sidang paripurna DPD ke – 8 masa sidang kedua tahun 2019 – 2020
Alirman Sori usai menyampaikan Laporan PPUU dalam sidang paripurna DPD ke – 8 masa sidang kedua tahun 2019 – 2020

Alirman Sori: RUU Cipta Kerja Jangan Rugikan Daerah

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Jakarta – Ketua Panitia Perancang Undang – Undang (PPUU) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI,  Dr. H. Alirman Sori, SH, M.Hum, MM   menegaskan, Rancangan Undang – Undang Cipta Kerja/ Omnibus Law harus dikawal dengan serius. DPD RI harus menyusun pandangan secara kelembagaan, jangan sampai RUU tersebut merugikan kepentingan daerah.

Hal itu ditegaskan Alirman Sori usai menyampaikan Laporan PPUU dalam sidang paripurna DPD ke – 8 masa sidang kedua tahun 2019 – 2020, Kamis (27/2/2020).

Artikel Lainnya

loading…


“RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law ini harus dikawal serius, jangan sampai merugikan kepentingan daerah,” tegas Alirman Sori.

Dia menyatakan, penyusunan pandangan DPD terhadap RUU tersebut harus melibatkan lintas komite di DPD, sebab cakupan RUU yang terlalu luas.

“Masing – masing komite di DPD dapat membahas muatan RUU sesuai dengan ruang lingkup tugasnya. Pandangan dan pendapat komite ini nantinya disatukan untuk dibahas secara lebih dalam di PPUU,” ujar senator asal daerah pemilihan Sumatera Barat ini.

Senada, Ketua DPD RI Lanyalla Mahmud Mattaliti juga menegaskan hal tersebut, saat memimpin sidang paripurna. Menurutnya, panitia musyawarah (Panmus) DPD telah memutuskan pembahasan RUU Cipta Kerja melibatkan lintas komite.

“Dalam rapat panitia musyawarah DPD RI telah diputuskan, pembahasan pandangan DPD RI terhadap RUU Cipta Kerja yang diajukan oleh pemerintah, akan melibatkan semua alat kelengkapan/Komite dengan leading sector-nya di Panitia Perancang Undang-Undang DPD RI,” katanya, dikutip dari laman DPD RI.



 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina bersama Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno tinjau kesiapan antisipasi virus corona di BIM, Sabtu 21/3

Sumbar Siapkan Dua Rumah Sakit Khusus, untuk Rawat Virus Corona

SpiritSumbar.com, Padang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya untuk memutus mata rantai ...