Beranda - Covid19 - Alirman Sori : Indonesia Harus Lockdown Nasional
Alirman Sori
Alirman Sori

Alirman Sori : Indonesia Harus Lockdown Nasional

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Jakarta – Indonesia terancam menjadi kuburan massal, jika pemerintah tidak tepat dan cepat mengambil tindakan pemberantasan wabah pandemik Covid-19.

Hal itu ditegaskan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Daerah Pemilihan Sumatera Barat, terkait kekwatiran yang disampaikan, senator asal Sumbar ini, ditanggarai semakin meningkatnya jumlah ODP, PDP dan banyaknya korban jiwa orang meninggal dunia diserang Corona Virus. Senin (30/3/2020)

Mantan Ketua DPRD Pesisir Selatan ini mengatakan semestinya pemerintah sudah memberlakukan Nasional Lockdown. Cara inilah yang efektif memutus mata rantai penyebaran Pandemik Covid-19.

Dikatakan, Alirman Sori, Indonesia harus berkaca diri dengan negara lain yang lebih dahulu dijangkiti oleh Pandemik Covid-19, seperti Wuhan, Rusia, Italy, Iran dan negara lainnya, langkah mereka memerangi virus yang berbahaya itu dengan kebijkan yang tegas dan berani. Tetapi diikuti dengan kebijakan yang melindungi rakyat menyediakan kecukupan sembako selama kebijakan Lockdown dan tidak cukup dengan imbauan, tegas Alirman Sori.


Baca : Naik Tajam, Positif Virus Corona di Indonesia Capai Angka 1.285, Ini Sebarannya

Artikel Lainnya

loading…


Bukan Rekening Donasi.

Menanggapi adanya keinginan Pemerintah membuka donasi dari rakyat untuk penanganan Covid-19, menurut Alirman Sori adalah kebijakan yang tidak tepat dan tidak populer ditengah rakyat menderita, mestinya Pemerintah yang harus membantu dan dilindungi rakyat.

Menurut, Alirman Sori, sebelum pemerintah terlanjur membuka donasi, sebaiknya kuburkan rencana itu, sungguh tidak bijak kalau hal itu dilakukan, akan lebih tepat melibatkan para konglemerat ikut menyumbang secara moril dan materil membantu pembiayaan pemberantasan Covid-19.

Untuk mencegah mewabahnya pandemik Covid-19, kalau pemerintah mau hadir ditengah rakyatnya untuk melindungi rakyatnya, apapun bisa dilakukan oleh pemerintah, ujar Alirman Sori.

“Jangan berdalih soal keuangan, untuk penguatan nilai rupiah pemerintah sanggup menyediakan lebih kurang Rp 300 triliun. Begitu juga untuk memindahkan ibukota, pemerintah sanggup menyediakan uang lebih kurang Rp 460 triliun. Pertanyaannya kenapa untuk membiayai Lockdown pemerintah tidak sanggup menyediakan uang hanya sekitar Rp 126 triliun rupiah,” ujarnya dengan nada bertanya.

Baca : Desakan Makin Kuat, Irwan Prayitno : Lockdown Kebijakan Pusat

Untuk biaya lockdown, hitungannya jika penduduk Indonesia 300 juta jiwa, biaya perjiwa setiap hari Rp  30 ribu. Kalikan 14 hari hanya menghabiskan uang Rp 126 triliun, itu kalau semua jiwa dibiayai selama lockdown (14 hari). Jika hanya 50 parsen dari jumlah penduduk yang dibiaya berarti hanya menghabiskan uang Rp 63 triliun.

Nyaringnya suara pemerintah dan pemerintah daerah mengimbau, agar warga berdiam diri dirumah (stay at home) untuk mencegah penyebaran pandemik Covid-19, pantas di apresiasi, tetapi berdiam bagi warga yang kehidupannya dari penghasilan harian, hanyalah suatu keniscayaan.

Warga yang hidup dari penghasilan harian, harus mendapat perlindungan dari pemerintah, tidak cukup sebatas imbauan saja, ujar Alirman Sori.

Ketua Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU DPD RI DPD RI ini, mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan Nasional Lockdown, jangan tunggu korban berjatuhan lebih banyak, bisa-bisa Indonesia menjadi kuburan massal.

Senator asal Sumbar ini, juga menyampaikan prihatin, melihat situasi para medis yang bekerja dalam keterbatasan APD, yang seharusnya menjadi perhatian serius oleh pemerintah, karena mereka adalah garda terdepan dalam penyelamatan jiwa manusia, namun proteksi dirinya sebagai penyelamat misi kemanusiaan terhadap ancaman pandemik Covid-19, “terabaikan”, mereka bekerja dengan APD seadanya, tak heran lagi kalau para medis banyak meninggal dunia.

Dikatakan, Alirman Sori, kita tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa, tetapi hal yang standar untuk bekerja bagi tenaga medis sangat diperlukan dan prioritaskan, karena penularan Covid-19 sangat mudah dan nyawa taruhannya.

Untuk itu perlu kebijakan nyata memberikan perlindungan kepada para medis, dengan alat pelindung diri berkualitas, sehingga terlindungi dan terjaga keselamatan mereka dalam memberikan pelayanan kepada korban Covid-19. (Salih)



Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Materil longsor yang menimbun 2 rumah di Tanah Datar

Longsor, 2 Rumah Tertimbun di Tanah Datar

Spiritsumbar.com, Tanah Datar – Cuaca ekstrim dan hujan lebat yang melanda Tanah Datar telah mengakibatkan ...