Beranda - Berita Pilihan - Aktifitas Tambang Dihentikan, Tokoh Masyarakat Gelar Pertemuan
Pertemuan tokoh masyarakat dan masyarakat Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung
Pertemuan tokoh masyarakat dan masyarakat Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung

Aktifitas Tambang Dihentikan, Tokoh Masyarakat Gelar Pertemuan

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Sijunjung – Untuk menjaga situasi Kamtibmas ditengah-tengahmasyarakat dalam menghadapi Pilkada 2020 dan bersama- sama mengantisipasi/ menghindari terjadi Konflik Sosial khususnya pasca dihentikan aktifitas tambang emas di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat.

Pertemuan beberapa orang Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh adat, Tokoh pemuda beserta bundo kanduang dan masyarakat Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Pada hari Ràbu tànggàl (26/2/2020) yang diadakan di salah rumah tokoh masyarakat di rumah H. Nofrialdi yang di hadiri oleh perwakilian pihak polres Sijunjung.

Tujuan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan Kamtibmas ditengah-tengah masyarakat dalam menghadapi Pilkada 2020



Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat, Kecamatan Koto VII, H. Nofrialdi yang di hubungi sesuasai acara tersebut mangatakan pertemuan beberapa orang Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh adat, Tokoh pemuda beserta bundo kanduang dan masyarakat Kecamatan Koto VII adalah melakukan pertemuan dalam rangka Silaturrahmi untuk menjaga kebersamaan dan menjaga Situasi kamtibmas ditengah tengah masyarakat khusus di Kecamatan Koto VII ini.

Untuk menghadapi Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun ini di Kabupaten Sijunjung dan Sehubungan pasca dihentikan aktifitas masyarakat dalam kegiatan tambang emas selama ini. Dengan ada kegiatan ini mari bersama dari sekarang kita jaga keamanan kamtibmas di tengah tengah masyarakat khusus di Kecamatan Koto VII ini ucapnya Nofrialdi (Eko)

Video :Tragis… Kepala Tersangka Tragedi Susur Dibotaki



 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina bersama Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno tinjau kesiapan antisipasi virus corona di BIM, Sabtu 21/3

Sumbar Siapkan Dua Rumah Sakit Khusus, untuk Rawat Virus Corona

SpiritSumbar.com, Padang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya untuk memutus mata rantai ...