Beranda - Headline - Aksi Pangan Tingkatkan Akses Keuangan Sektor Pertanian
Jaringan Pemimpin Redaksi Sumbar (JPS) usai berdialog dengan Otoritas Jasa Keuangan
Jaringan Pemimpin Redaksi Sumbar (JPS) usai berdialog dengan Otoritas Jasa Keuangan

Aksi Pangan Tingkatkan Akses Keuangan Sektor Pertanian

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan kerja sama dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dengan meluncurkan program Aksi Pangan. Langkah ini,  sebagai bagian dari peningkatan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sumbar.

Peningkatan peran TPAKD di Sumatera Barat ditunjukkan dalam acara kegiatan AKSI Pangan Sumatera Barat di Lapangan Imam Bonjol Padang, Selasa. Acara ini digelar untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat khususnya di sektor pertanian dan meningkatkan permodalan dari sektor keuangan informal.

Kegiatan AKSI Pangan yang telah dimulai pada Maret 2017 bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan pembiayaan di sektor pertanian, meningkatkan akses masyarakat petani terhadap jasa keuangan yang lebih luas, meningkatkan pemahaman Industri Jasa Keuangan terhadap bisnis sektor pertanian dan pangan, memperbaiki tingkat kesejahteraan petani dan pelaku usaha mikro dan kecil, menambah jumlah lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.



AKSI Pangan atau program Akselerasi, Sinergi, Inklusi di Bidang Pangan merupakan program inisiatif OJK dan Kementerian Pertanian bersinergi bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Asosiasi dan Industri Jasa Keuangan .

Artikel Lainnya

loading…


Gubernur Sumatera Barat sebagai Ketua Tim Pengarah TPAKD Provinsi Sumatera Barat mengimbau Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang ada di Sumatera Barat untuk meningkatkan akses keuangan di bidang pertanian dan pangan.

Sesuai arahan tersebut maka TPAKD Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2017 menggagas program kerja pengembangan kawasan inklusi keuangan terpadu yang diwujudkan melalui program Nagari Elok Sejahtera (NES) yang dimotori oleh Bank Nagari. Peluncuran program NES sebagai pilot project telah dilaksanakan di Koto Baru Kabupaten Tanah Datar dan di Lubuk Basung Kabupaten Agam.

Baca :

Tingkatkan Daya Saing, OJK Merger BPR dan BPRS

Kredit konsumtif Dominan, Perekonomian Sumbar Sulit Tumbuh

Sejalan dengan semangat membangun sektor pertanian dan kemandirian pangan yang telah dicetuskan melalui program AKSI Pangan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2017 meluncurkan program pengembangan sektor pangan melalui pemberdayaan ekonomi nagari dengan nama “Nagari Mandiri Pangan”.

Program Nagari Mandiri Pangan merupakan program pemberian bantuan dan pemberdayaan nagari untuk membangun ekonomi berbasis pengembangan komoditi yang disesuaikan dengan potensi wilayah dengan tujuan penyediaan pangan bagi kelompok masyarakat miskin di wilayah tersebut. Program dilaksanakan mulai tahun 2017 s.d tahun 2022 kepada 32 nagari/kelurahan di 18 Kabupaten/Kota sesuai dengan SK Gubernur Sumatera Barat No. 521/2016/Dinas Pangan/2017.

Pada tahun 2019, program kerja TPAKD Provinsi Sumatera Barat diarahkan untuk tidak hanya sekedar memperluas akses keuangan masyarakat, namun juga bagaimana perluasan akses keuangan dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang sedang dihadapi oleh daerah.

Untuk tahun 2019, program kerja yang diangkat TPAKD Provinsi Sumatera Barat akan melanjutkan program Nagari Mandiri Pangan serta program Kemandirian Pangan dalam rangka menjamin kecukupan stok daging ayam dan telur melalui pengembangan KUR klaster jagung dengan mendorong penanaman jagung secara masif pada lahan seluas 10.000 hektar




Selanjutnya untuk tahun 2020, TPAKD Provinsi Sumatera Barat masih tetap fokus dalam membuka akses keuangan kepada sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan dalam rangka Peningkatan Ketahanan Pangan dan Pengembangan Komoditas Ekspor Unggulan Sumatera Barat. (Salih/Rel)

Video Pilihan : Berzanji Memuji Nabi

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Wakil Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin didampingi Wakil Ketua BKSP DPD RI TB. M. Ali Ridho Azhari, Anggota DPD RI Provinsi Sulawesi Utara Maya Rumantir, dan Sekretaris Jenderal DPD RI Reydonnyzar Moenek menerima Dubes Polandia Beata Stoczynka di Nusantara III Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (24/1/2020)

DPD RI Dorong Indonesia-Polandia Tingkatkan Nilai Perdagangan

SpiritSumbar.com, Jakarta – Wakil Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin mengajak Polandia untuk terus meningkatkan ...