Beranda - Berita Pilihan - Aklamasi Warnai Pemilihan Ketua RT di Banuaran

Aklamasi Warnai Pemilihan Ketua RT di Banuaran

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Perioderisasi Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuak Bagaluang, Kota Padang, Sumatera Barat  dianggap telah berakhir pada Desember 2018 ini.

Hal itu ditegaskan Lurah Banuaran Nan XX, Dirsan, S.Sos melalui selulernya beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan pemilihan serentak ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 9 tahun 2017 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan

Dalam Perda tersebut ditegaskan masa bakti pengurus  LPM, RW dan RT selama tiga tahun dan dapat dipilih kembali dalam 1 periode berikutnya.

Terkait dengan adanya periode RT yang baru berakhir Februari 2019, dia tegaskan tidak ada persoalan. “Nanti kita sesuaikan saja dengan periodenya. Kita sudah minta pada RW, pemilihan Ketua RT di Desember ini,” ujar Mantan Lurah Tanjuang Aua ini.

Satu persatu RW langsung menyikapi dengan mengundang warga atau Anggota  RT.

Ketua RW 11, Drs. H. Hudi Sutomo mengaku telah menindaklanjuti edaran lurah dengan menggelar pemilihan di wilayahnya.

“Kita telah laksanakan penyegaran dengan pemilihan 4 RT dari 5 RT yang ada di RW 11. Sementara 1 RT lagi, yakni RT 02 akan dilaksanakan malam ini,” ujarnya, Selasa, 18 Desember 2018.

Pemilihan untuk RT 01 dan 03 ujarnya, dilaksanakan Sabtu, (15/12/2018) di Masjid Baitul Arafah. “Pemilihan Ketua RT dilaksanakan dengan sistem voting, karena ada 3 calon. Hasilnya, Bapak Joni terpilih sebagai ketua,” ujarnya

“Sementara di tempat yang sama, Mhd. Nasri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua RT 03,” tambahnya.

Hudi Sutomo menambahkan, untuk pemilihan Ketua RT 04 dan 05 di Masjid Al Quwait, Minggu, (16 /12/2018) malam, juga secara aklamasi. “Warga masih mempercayakan pada RT lama. Saribulih terpilih secara aklamasi sebagai Ketua RT 04. Sedangkan Deliwati sebagai Ketua RT 05,” ujarnya.

Terkait terjadinya Pemilihan secara aklamasi, Hudi Sutomo melihat adanya fenomena masyarakat yang tidak ingin disibukkan oleh kegiatan sosial.

“Seiring dengan perubahan pola pikir masyarakat dari sifat sosial ke individualistis. Masyarakat sudah enggan dengan kegiatan kemasyarakatan. Inilah tugas RT yang mesti ditingkatkan, agar masyarakat selalu membangun kebersamaan, seperti selalu menggalakkan gotong royong,” ujarnya. (Zetri)

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Komplek Kauman Padang Panjang

Thawalib Padang Panjang Rengkuh Kejayaan Masa Lalu

SPIRITSUMBAR.com – Menyusul “serbuan” pelamar pada 2018 lalu, Perguruan Thawalib Padangpanjang terus berinovasi memacu kebangkitan ...