Beranda - Berita Pilihan - Akhirnya, Kasus Sapi Menggelinding ke Meja Hijau
Tersangka kasus dugaan korupsi Bansos sapi di Dharmasraya di bawa ke Rutan Anak Aie Padang
Tersangka kasus dugaan korupsi Bansos sapi di Dharmasraya di bawa ke Rutan Anak Aie Padang

Akhirnya, Kasus Sapi Menggelinding ke Meja Hijau

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com –¬†Akhirnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Dharmasraya, Sumatera barat melimpahkan tersangka kasus dugaan korupsi kasus Bantuan Sosial (Bansos) pengadaan sapi tahun anggaran 2010 ke meja hijau.

Satu orang pelakunya ditetapkan menjadi tersangka. Pelaku telah dilakukan pemeriksaan secara maraton oleh penyidik kejakasaan, Jumat (5/10/2018) di ruangan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Dharmasraya.

Kasi Intel Kejari Pulau Punjung, Ridwan Joni, SH.MH, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan proses penyidikan dengan pengumpulan saksi-saksi termasuk tersangka, dan barang bukti.

“Proses penyidikan sudah rampung, kita lanjutkan penyerahan berkas tersangka ke JPU,” katanya,

Ditambahkan setelah dilakukan penyididkan dan pemeriksaan ini selanjutnya dilakukan upaya penahanan tersangka ke Rumah Tahanan (Rutan) Anak Air, Padang selama 20 hari ke depan.”

Penuntut umum mempunyai kewengannya untuk melakukan penahanan selama 20 hari ke depan untuk mempersiapkan penyusunan dakwaan,” jelasnya.

Pelaku yang dugaan korupsi kasus Bantuan Sosial (Bansos) tersebut bernama Imam Mustolihan (50) waktu itu menjabat ketua kelompok diduga menyalahgunakan dana program penguatan kelembagaan ekonomi pedesaan, Bansos Peternakan Tahun 2010 di Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Koto Besar.

Dalam hasil pemeriksaan dan berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) negara mengalami kerugian mencapai Rp269 juta dalam kasus tersebut.

“Kasus ini berawal dari laporan masyarakat dimana ada kejanggalan dalam proses pengadaan, setelah dilakukan telaah awal ditemukan adanya dugaan pidana,” ucapnya.

Bukan hanya itu, Menurutnya tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka baru pada kasus bansos yang telah menyeret ketua kelompok tersebut.”Itu tidak tertutup kemungkinan, nanti kita lihat dalam proses persidangan,”katanya.

Pelaku di dijerat pasal 2, 3, dan 4 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 junto nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman maksimal kurungan 20 tahun penjara, katanya.(eko)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Semen Padang saat menjamu Persela Lamongan

Semen Padang FC Kalahkan Skuat Nil Maizar

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Semen Padang kembali sukses meraih tiga poin setelah menaklukkan tamunya, Persela Lamongan ...