Beranda - Headline - Aceh Menangis, Jokowi: Bangun Kembali Masjid At-Taqarrub

Aceh Menangis, Jokowi: Bangun Kembali Masjid At-Taqarrub

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com – Presiden Joko Widodo memutuskan untuk membangun kembali Masjid Besar At-Taqarrub yang berlokasi di Desa Keude, Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Masjid yang roboh akibat gempa beberapa hari lalu itu, kini dijadikan lokasi pengungsian oleh warga sekitar.

“Saya sudah melihat keadaan masjid At-Taqarrub ini dan saya sudah putuskan masjid langsung akan dibangun kembali. Tapi kita kerjakan sama-sama ya. Mulai besok _InsyaAllah_ akan segera dibersihkan, akan segera dibangun kembali,” kata Presiden saat berkunjung ke masjid tersebut, Jumat, 9 Desember 2016.

Saat tiba di halaman masjid, Presiden Jokowi disambut oleh anak-anak yang menyanyikan lag.

Kepada anak-anak itu, Presiden Jokowi berpesan agar tetap semangat untuk belajar dan tetap bergembira.

“Saya titip anak-anak tetap terus semangat belajar. Tetap terus semangat bernyanyi. Tetap terus gembira,” ujar Presiden kepada anak-anak yang didampingi oleh praktisi anak Kak Seto Mulyadi.

Di lokasi tersebut, Presiden juga menyerahkan santunan kepada ahli waris untuk korban meninggal dunia akibat gempa yang terjadi 7 Desember yang lalu.

Turut mendampingi Presiden Joko Widodo antara lain Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Plt Gubernur Aceh Soedarmo.

Penulis : Rel

Editor : Saribulih

Lebih Lengkap di versi Cetak The Public
Hadir sampai ke Pelosok Sumatera Barat dan Rantau
Cover The Public Edisi 03 - Minggu I Des Tahun IV (Terbit Tiap Senin)
Cover The Public Edisi 03 – Minggu I Des Tahun IV (Terbit Tiap Senin)

 

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kepala LPMP Sumatera Barat Berganti Tempat

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melantik 136 pejabat dilingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ...