Beranda - Pendidikan - Artikel - 5 S Dalam Pendidikan Karakter
Harnieti
Harnieti

5 S Dalam Pendidikan Karakter

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Harnieti (Kepala SMPN 3 Kecamatan Lareh Sago Halaban)

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Hal ini sejalan dengan himbauan pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017. Peraturan ini diperkuat dengan adanya agenda Nawacita Nomor 8 yang berbunyi bahwa Penguatan Revolusi Karakter Bangsa melalui budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik sebagai bagian dari revolusi mental.

Untuk menindaklanjuti semua itu sekolah-sekolah diharapkan mampu mengimplementasikan pendidikan karakater tersebut dalam berbagai aspek, mulai dari pembiasaan, budaya sekolah dan implementasinya dalam setiap mata pelajaran.

Penguatan pendidikan karakter pada anak-anak usia sekolah pada semua jenjang pendidikan diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai moral, akhlak, dan kepribadian peserta didik dengan memperkuat pendidikan karakter yang terintegrasi ke dalam mata pelajaran.

Selain itu pengimplementasian PPK juga diharapkan tercermin dalam kegiatan sekolah, baik yang bersifat intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler dan non kurikuler. Sehingga tidak ada satu celapun dari setiap aspek kegiatan di sekolah yang tidak tersentuh oleh PPK.

Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter bisa dianggap sebagai fondasi dan ruh utama pendidikan. Sebab tidak ada artinya jika keberhasilan peserta didik dalam meraih nilai atau angka-angka yang tinggi dalam setiap mata pelajaran, tanpa didukung dengan karakter yang baik.

Sebaliknya akan sangat berarti apabila peserta didik yang pintar dan cerdas dalam pendidikan ditopang dengan karakter yang baik pula. Peserta didik yang cerdas dan berkarakter inilah nantinya yang akan kita harapkan mampu menjadi generasi emas pada tahun 2045, seperti yang sering kita sebut dan kita impikan.

Keberhasilan program PPK di sekolah tak lain dan tak bukan adalah harus adanya keteladanan dari para pendidik dan tenaga kependidikan. Keteladanan bukan sekadar sebagai memberikan pencontohan bagi peserta didik, melainkan juga sebagai penguat moral bagi peserta didik dalam bersikap dan berperilaku.

Untuk itu baik pendidik maupun tenaga kependidikan diharapkan mampu memberikan keteladanan yang baik bagi peserta didik, melaui cara berfikir, bertutur kata maupun bertindak. Artinya penerapan PPK tidak hanya sekedar ajakan atau himbauan, melainkan terlebih dahulu harus ada pencontohan yang betul-betul nyata dan terus menerus secara berkesinambungan.

Selanjutnya

Halaman

[ 1 ]   [ 2 ]   [ 3 ]   [ 4 ]   [ 5 ]

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Saudi Arabia vs Malaysia di Piala Asia 2018

Saudi Arabia Kalahkan Malaysia di Laga Pertama Grup D

Spiritsumbar.com – Saudi Arabia berhasil meraih kemenangan pada laga pertama mereka di Grup D gelaran ...