Beranda - Fokus - 5 S Dalam Pendidikan Karakter
Harnieti
Harnieti

5 S Dalam Pendidikan Karakter

Print Friendly, PDF & Email

Karena dengan senyuman kita dapat membangun jembatan hati dengan orang lain. Terbangunnya jembatan hati antar warga sekolah akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan sekolah.

Salam, adalah cara seseorang secara sengaja untuk mengkomunikasikan kesadaran akan kehadiran orang lain untuk menunjukkan perhatian antara satu dengan yang lainnya.(http://wikipedia.org/wiki/salam.

Pembiasaan bersalaman dianjurkan kepada seluruh warga sekolah baik Kepala Sekolah, guru Tenaga Administrasi

Sekolah mapun peserta didik. Kebiasaan ini dianjurkan setiap pagi, pulang ataupun setiap berjumpa.Hal ini apabila dilaksanakan secara kontiniu, apabila ada tamu yang datang ke sekolah, secara spontan peserta didik akan datang menyalaminya, sembari mengucapkan kata Assalamualaikum.

Sapa, menyapa seseorang baik yang dikenal mapun yang tidak dikenal, merupakan karakter yang juga perlu ditanamkan bagi peserta didik. Sebab dengan menyapa orang lain menunjukkan orang tersebut memiliki adat ketimuran yang berkatan dengan keramah-tamahan.

Sebenarnya dengan senyum dan salam secara tidak langsung kita telah menyapa orang lain, tetapi akan lebih terasa akrab apabila diringi dengan cara menyapa seperti menanyakan khabar dan lain sebagainya. Hal ini tentu saja juga akan bermanfaat bagi peserta didik kelak ketika hidup ditengah-tengah masyarakat.

Sopan, sopan merupakan karakter yang harus ditumbuhkan bagi setiap peserta didik. Seseorang yang sopan akan dianggap dan dinilai sebagai orang yang berkarakter dan memiliki etika. Sopan dapat dikategorikan dalam beberapa hal, seperti sopan dalam berbicara dan bertutur kata, sopan dalam berpakaian, sopan dalam bertingkah laku.

Kebiasaan ini juga diupayakan tercermin dalam setiap prilaku peserta didik, apabila ada peserta didik yang terlihat atau terdengar kurang sopan maka guru mapun tenaga kependidikan akan menegur dan memberikan nasehat kepada yang bersangkutan.

Kesopanan ini juga dilaksanakan melalui pencontohan oleh guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Selanjutnya tidak terlepas dengan melibatkan orang tua, dimana sekolah menggunakan buku penghubung sebagai media komunikasi sekolah dengan orang tua berkaitan dengan pembinaan karakter peserta didik.

Santun, santun berkaitan dengan penggunaan bahasa serta tutur kata yang baik ketika berkomunikasi dengan orang lain.

Selanjutnya

Halaman
[ 1 ]   [ 2 ]   [ 3 ]   [ 4 ]   [ 5 ]

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Harnieti

Peran MGMP Dalam PKB

Berkaitan dengan pengembangan diri melaui diklat fungsional, biasanya guru dapat mengikutinya apabila ada panggilan untuk ...