Beranda - Fokus - 5 S Dalam Pendidikan Karakter
Harnieti
Harnieti

5 S Dalam Pendidikan Karakter

Print Friendly, PDF & Email

PPK akan dapat terimplementasi dengan baik di sekolah apabila setiap stakehorlder yang ada memiliki komitmen dalam menjalankannya. Oleh karena itu, penerapan keteladanan di lingkungan satuan pendidikan menjadi prasyarat dalam pengembangan karakter peserta didik.

Terwujudnya Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai fondasi utama dari pembangunan karakter bangsa dan merupakan transformasi dari penanaman nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan. Untuk itu keteladanan Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua, dan seluruh figur penyelenggara pendidikan serta tokoh-tokoh masyarakat menjadi hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Membudayakan kebiasaan yang baik di sekolah juga dapat dianggap sebagai cara yang ampuh dalam mewujudkan dan menyokong PPK. Membudayakan atau menjadikan sesuatu tindakan yang baik sebagai suatu kebiasaan dapat dijadikan cara yang ampuh dalam menwujudakan pelaksanaan PPK di sekolah.

Kebiasaan atau kata lainnya yaitu sebuah tradisi. Tradisi berasal dari kata latin Traditio (diteruskan) atau pengertian yang lain sesuatu yang telah dilakukan terus menerus sejak lama dan menjadi bagian dari kelompok masyarakat.
Selain itu membudayakan atau kebiasaan berarti sesuatu yang biasa dikerjakan. Tugas utama pihak sekolah dalam hal ini adalah bagaimana membuat kebiasaan tersebut menjadi suatu hal yang dianggap penting dan menimbulkan kesadaran pada setiap warga sekolah untuk mau secara sadar untuk melaksanakannya.

Tahap selanjutnya harus ada upaya yang jitu agar setiap warga sekolah bagaimana bisa membuat kebiasaan di sekolah dan mau menerima norma yang ada di sekolah sebagai aturan yang mengikat.

Sebagai contoh, menerapkan budaya lima “ S “ sebagai penopang pelaksanaan PPK di sekolah dalam rangka pembentukkan karakter peserta didik. Untuk lebih jelasnya dapat kita uraikan tentang budaya 5 S tersebut yaitu: Senyum, Salam, Sapa, Sopan Dan Santun.

Senyum, sering kita mendengar istilah senyum adalah sedekah, hal ini kalau kita maknai secara lebih jauh adalah bahwa orang yang memberikan senyuman kepada orang lain akan mampu membuat suasana menjadi lebih lebih baik.

Untuk itu alangkah lebih baiknya sebelum memulai kegiatan diawali dengan tersenyum. Senyuman yang diberikan kepada orang lain merupakan karakter yang baik untuk ditanamkan kepada peserta didik.

Selanjutnya

Halaman

[ 1 ]   [  2 ]    [ 3 ]   [ 4 ]   [ 5 ]

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Sang suami sedang mengambil peran istrinya lantaran mengikuti SKD CPNS Kemenag (foto BKN)

Peserta CPNS Gugur Masih Miliki Peluang, Ini Syaratnya

Sekretaris Kementerian PAN-RB, Dwi Wahyu Atmaji, sebagaimana dilansir Warta Kota, mengakui sudah banyak pihak yang ...